Olahan Bandeng Khas Sidoarjo

Masuk ke gerbang Kota Sidoarjo, kita akan disuguhi pemandangan ikan bandeng dan udang yang melingkar membentuk oval pada patung selamat datang. Keduanya, baik udang maupun bandeng telah lama terkenal sebagai makanan khas Sidoarjo. Pada setiap toko oleh-oleh pasti akan banyak kita jumpai aneka ragam makanan dan camilan yang terbuat dari udang maupun bandeng.

Sebagai makanan khas, udang lebih dahulu mendominasi dengan kerupuknya, juga petis udang yang enak dimakan bersama tahu goreng panas. Lama kelamaan ikan bandeng yang merupakan ikan air tawar tak mau kalah. Ikan bandeng mulai marak disuguhkan dan diolah menjadi masakan yang khas. Belum lagi begitu banyak tambak penghasil bandeng berada di sekitaran lingkar timur Sidoarjo. Tak heran kemudian ikan berdaging putih susu ini ditasbihkan sebagai salah satu maskot kota Sidoarjo selain udang tentunya.

Tradisi Lelang Bandeng Sebagai Sarana Peringatan Maulid Nabi

Pada setiap tahun, di Kota Sidoarjo seperti halnya di kota Gersik, lelang bandeng merupakan tradisi turun temurun untuk memeringati maulid Nabi Muhammad Saw. Sebagai maskot kota, ikan bandeng pada saat lelang tersebut sengaja dilombakan untuk mencari yang terbesar. Tradisi lelang bandeng sebagai sarana hiburan rakyat dan pengungkapan syukur terhadap keadaan tambak yang kondusif.

Pada lelang tersebut, bupati biasanya hadir dan memilih sendiri bandeng terbesar sebagai pemenang lomba. Bandeng terbesar tersebut biasanya memiliki berat di atas lima kilogram. Bahkan pernah ada bandeng yang memiliki berat hampir dua puluh lima kilogram. Sebagai tradisi tahunan, acara ini banyak diminati untuk ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat. Bandeng pemenang lomba biasanya digunakan sebagai bahan utama pesta bandeng bakar di tengah alun-alun kota Sidoarjo.

Bandeng Asap Sidoarjo Sebagai Makanan Khas

Sebagai maskot kota, tentu saja bandeng banyak dijumpai di sepanjang jalan Sidoarjo. Mulai dari bandeng berbentuk patung sampai dengan bandeng berbentuk makanan khas kota tersebut. Bandeng asap Sidoarjo sebagai salah satu olahan masakan yang berbahan baku bandeng sangat digemari oleh penduduk lokal maupun wisatawan yang akan membeli oleh-oleh buat sanak saudara mereka.

Beberapa toko oleh-oleh yang terletak di sepanjang jalan Kota Sidoarjo memajang bandeng asap sebagai salah satu yang ditawarkan. Bandeng asap biasanya berukuran seperempat sampai satu kilogram per ekornya.

Bandeng asap yang sangat terkenal di Sidoarjo adalah bandeng asap Bu Djalil. Sebagai pengrajin bandeng asap, Bu Djalil dahulu memiliki bedak atau lapak jualan di pasar. Bu Djalil bersama suami mengolah sendiri bandeng asap mereka sehingga rasanya menjadi khas dengan tambahan bumbu petisnya yang mengundang selera. Bandeng asap ini begitu gurih dan sangat pas dipakai sebagai teman makan nasi pulen hangat.

Cara membuat bandeng asap berbeda dengan pembuatan ikan asap pada umumnya. Bandeng yang berkulit tebal tersebut dibuang isi perutnya, kemudian dicuci bersih dan direndam selama satu jam bersama air garam. Setelah itu bandeng digantung dan diletakkan di sebuah ruangan pengasapan seperti oven besar. Oven buatan tersebut kemudian dipanasakan dengan asap pembakaran sabut kelapa. Selain gurih, warna bandeng asap yang terkenal sebagai masakan khas Sidoarjo tersebut begitu cantik kekuningan.

Jika kesulitan untuk menemui rumah Bu Djalil yang ada di sebuah gang Bulu Sidokare, maka kita bisa membeli bandeng asap sebagai oleh-oleh di setiap toko oleh-oleh. Ada toko Tanjung dan Mitra sebagai dua toko oleh-oleh paling terkenal di Sidoarjo.

Bandeng Presto Sebagai Alternatif Lauk Setiap Keluarga Sidoarjo

Sidoarjo memang sangat pantas menjadikan bandeng dan udang sebagai maskotnya. Karena di setiap sudut rumah pasti kita akan sering melihat orang memakan nasi berlauk bandeng ataupun mengunyah kerupuk udang yang gurih serta nikmat. Sayangnya, daging bandeng yang empuk dan nikmat tersebut seringkali sulit dinikmati karena durinya yang sangat banyak.

Namun, sebagai seseorang yang suka makan bandeng, inovasi bandeng berduri lunak pun diciptakan. Alat presto yang digunakan ada beberapa ukuran mulai satu liter, dua liter, sampai dengan sepuluh liter.

Cara membuat bandeng presto yang hampir selalu ada di setiap rumah kawasan Sidoarjo ini cukup mudah. Bersihkan bandeng tanpa dibuang sisiknya. Kemudian masukkan bandeng ke dalam larutan garam dan kunyit. Setelah itu letakkan bandeng di panci presto dengan cara bertingkat. Cara ini digunakan sebagai sarana agar bandeng tak saling menumpuk dan akhirnya hancur. Untuk melunakkan duri, presto bisa digunakan selama +/- 1 jam dan lunaklah semua durinya.

Biasanya bandeng yang dipresto memiliki ukuran kecil sekitar 150-200 gram per ekor. Dan masakan ini dibalut dengan telur kocok ketika akan digoreng dan digunakan sebagai teman makan nasi dengan disertai sambal tomat yang membuat perut menjadi lapar kembali.

Otak-Otak Bandeng Sebagai Pesaing Untuk Kota Gersik

Jika selama ini kita hanya mengenal otak-otak bandeng sebagai masakan khas Gersik, maka jangan dikira bahwa di Sidoarjo pun terdapat banyak otak-otak bandeng buatan pengrajin sepanjang daerah Sedati, Sidoarjo. Otak-otak bandeng khas Sidoarjo ini rasanya berbeda dengan otak-otak bandeng Gersik. Inilah yang disebut dengan kreativitas untuk membuat maskot bandeng sebagai berbagai masakan yang sangat lezat.

Otak-otak bandeng Sidoarjo berbeda resep dengan otak-otak Bandeng Gersik. Di Sidoarjo, otak-otak bandeng menggunakan kelapa sangrai sebagai pengisinya berdampingan dengan bumbu halus dan telur kocok.

Cara membuat otak-otak bandeng apabila akan digunakan sebagai lauk makanan :

  • Bersihkan ikan bandeng, buang sisik dan durinya dengan cara melepaskannya dari arah mulut. Setelah bersih, maka sekarang tiba saatnya untuk memberikan bumbu dan kelapa yang telah disangrai.
  • Bumbu otak-otak bandeng antara lain : bawang putih, bawang merah, garam, kencur, daun jeruk, dan tambahkan cabe merah bila suka.
  • Campur bumbu tersebut bersama kelapa setengah tua yang telah diparut dan disangrai sebagai isian bandeng. Kalau otak-otak bandeng khas Gersik menggunakan santan sebagai isiannya selain bumbu dan juga telur.
  • Setelah daging ikan bercampur bumbu, kelapa, dan telur masuk kembali ke badan si bandeng, maka ikan tersebut siap dikukus atau dioven sesuai selera.
  • Masakan otak-otak bandeng ini sangat sesuai digunakan sebagai oleh-oleh, isian kardus nasi sewaktu hajatan, dan juga digunakan sebagai lauk keseharian bersama nasi hangat yang pulen.

Keberadaan Bandeng Sebagai Maskot Kota Sidoarjo

Begitu melimpah rasa berbagai jenis masakan dari Bandeng di Sidoarjo. Semua enak dan semua patut dicoba mulai dari bandeng asap, bandeng presto, dan otak-otak bandeng. Semuanya bisa dibeli dengan harga yang sangat terjangkau. Per kilogram bandeng asap hanya dijual sekitar lima puluh ribu per kilogram. Untuk bandeng presto bisa dinikmati sekitar lima ribu rupiah sampai dua puluh ribu rupiah per ekor tergantung besar dan rasanya.

Sebagai salah satu maskot Sidoarjo, bandeng sukses menggeser lumpur lapindo yang selama ini menjadi sorotan berbagai pihak. Ketika kita masuk kota Sidoarjo baik melalui jalan darat di sekitar Buduran serta jalan tol di sekitar Pondok Mutiara, maka kita akan menemui patung bandeng bersama udang. Keduanya terlihat selalu rukun dan dipergunakan sebagai maskot kota Sidoarjo.

Comments are closed.